«

»

Dec 24

Ibu

Tanggal 22 desember yang merupakan “hari ibu” mengenangkan sosok pada seorang ibuku, yah mamah aku memanggilnya, beliau seorang ibu yang luar biasa bagi ku, seorang istri yang sangat sangat sholehah, nrimo dan setia serta patuh pada suami. Mamah bener-benar menjadi ‘Konco Wingking’ buat Bapak, beliau menjadi ‘nahkoda kedua’ bagi rumah tangga yang di jalaninya. Peran sebagai istri yang tidak pernah putus menyemangati bapak dalam berjuang mengarungi hidup juga peran sebagai mamah bagi kami anak-anaknya.

Mamah, anak-anak, dan cucu-cucu nya lengkap :D

 

Inspirasi dari mamah dan belajar dari perjalanan hidup menjadi kan aku ‘ndoi’ bagi suami dan anak-anakku. Aku juga sedang berproses menjadi seorang istri yang pantas bagi suamku dan menjadi ndoi yang baik buat anak-anaku. Tapi dengan Alloh menciptakan ku sebagai seorang perempuan, tentu DIA punya rencana yang sangat besar buatku, buat suami ku dan tentunya juga buat anak-anak ku

Peran sebagai ibu ku jalani seiring dengan lahirnya buah hati ku yang pertama, Senja Alifia Pinandita, aku kemudian memutuskan berkarier menjadi seorang ibu rumah tangga, meninggalkan karier ku di dunia profesionalisme di industri Informasi Teknologi yang dari dulu menjadi cita-cita ku. Aku memilih menjadi ‘penunggu’ Senja kecilku di rumah dan suami ku daripada aku aku harus pontang panting ‘coding’ sistem demi sebuah keinginan luhur memberikan yang terbaik buat anak-anakku di rumah. Disaat Senja berusia 4tahun Enjang Dhiya Pinandita lahir, Alhamdulillah anak-anakku tumbuh luar biasa, mereka sangat menikmati keberadaan ibu nya di rumah. Pernah terpetik pembicaraan di antara temen temen main nya saat mereka sedang bermain di rumah, ‘kamu enak Senja ibumu di rumah terus nungguin kamu’. Tak terasa air mata menetes pelan di pipiku. Kebahagian anak anak itu mudah dan simpel .

Tapi bukan berati mudah menjalani karier sebagai ibu rumah tangga, Apalagi 2 tahun ini suami sedang ditugaskan di luar kota oleh kantor. Aku harus mengatur semua urusan rumah sendiri, dari pekerjaan rumah yang sudah menjadi tanggung jawab ku sebagai ibu dan pekerjaan laki laki yang selama ini di kerjakan suamiku. Menganti lampu yang mati misalnya, aku harus belajar naik tangga buat melakukan itu. Dan masih banyak cerita indah lainya dan Alhamdulillah aku ikhlas menjalaninya. Hampir tidak ada keluhan dalamku menjalani peranku sebagai ibu rumah tangga. Aku masih bisa menikmati ‘Me Time’ dengan pergi ke salon, ikutan yoga atau sekedar ber- hahahihi dengan teman-teman ku. Hidup ini mudah kalau kita menikmati nya….

Aku bersama 2 bidadarikyuuuu…..

 

Tidak pula ada iri melihat temen-temen yang sukses berkarier di industri profesi. Melihat anak-anak tumbuh sehat dan cerdas. Melihat kebahagian selalu terpancar di wajah mereka karena ada ibu nya yang selalu mendekap menjadi ‘salary’ yang tidak pernah bisa di bayar oleh perusahaan manapun.  Ini tahun ke-8 aku menjalani karier ku sebagai FTM, berharap karier ku semakin ‘maju’ seiring bertumbuh dan kembangnya anak anak ku, mengantarkan mereka menjadi wanita mandiri sejati. Ini cerita ku, mana cerita mu? :-D

 

Senja dan Enjang

 

Keluarga kecilku…..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>